musik

Minggu, 21 Juni 2015

Kesebangunan dan Kekongruenan Bangun Datar

A. Pengertian Kesebangunan
       Perhatikan gambar dua buah persegi panjang di bawah ini. keduanya merupakan bangun datar yang sebangun karena memiliki kesamaan sifat yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

     1. Perbandingan antara sisi terpanjang dengan sisi terpendek memiliki nilai yang sama.
Perbandingan sisi terpanjang PQ dengan sisi terpendek QR  = 39 : 13  = 1 : 3
Perbandingan sisi terpanjang KL dengan sisi terpendek LM   = 24 : 8    = 1 : 3
Perbandingan sisi terpanjang RS dengan sisi terpendek QP   = 39 : 13  = 1 : 3
Perbandingan sisi terpanjang MN dengan sisi terpendek NK = 24 : 8    = 1 : 3
Dari perhitungan di atas dapat dilihat bahwa sisi terpanjang dan terpendek pada kedua persegi panjang diatas  memiliki perbandingan yang sama yaitu 1 : 3.

2. Besar sudut pada kedua persegi panjang tersebut memiliki nilai yang sama besar.
Sudut P = Sudut K; Sudut Q = Sudut L; Sudut R = Sudut M; Sudut S = Sudut N
    Oleh karena semua sudut persegipanjang besarnya 90° (siku-siku) maka sudut-sudut yang bersesuaian dari kedua persegipanjang itu besarnya sama. Dalam hal ini, persegipanjang PQRS dan persegipanjang KLMN memiliki sisi-sisi bersesuaian yang sebanding dan sudut-sudut bersesuaian yang sama besar. Selanjutnya, kedua persegipanjang tersebut dikatakan sebangun. Jadi, persegipanjang PQRS sebangun dengan persegipanjang KLMN.

Pengertian kesebangunan seperti ini berlaku umum untuk setiap bangun datar. Dua bangun datar dikatakan sebangun jika memenuhi dua syarat berikut.
1. Panjang sisi-sisi yang bersesuaian dari kedua bangun itu memiliki perbandingan senilai.
2. Sudut-sudut yang bersesuaian dari kedua bangun itu sama besar.

 B. Pengertian Kekongruenan
    Pernahkah kamu melihat seorang tukang bangunan yang sedang memasang ubin? Sebelum ubin-ubin itu dipasang, biasanya tukang tersebut memasang benang-benang sebagai tanda agar pemasangan ubin tersebut terlihat rapi, seperti tampak pada gambar di bawah ini. Cara pemasangan ubin tersebut dapat diterangkan secara geometri seperti berikut.

 


    Gambar di atas adalah gambar permukaan lantai yang akan dipasang ubin persegipanjang. Pada permukaannya diberi garis-garis sejajar. Jika ubin ABCD digeser searah AB (tanpa dibalik), diperoleh A => B, B => E, D => C, dan C => F sehingga ubin ABCD akan menempati ubin BEFC. Akibatnya,
AB => BE sehingga AB = BE
BC => EF sehingga BC = EF
DC => CF sehingga DC = CF
AD => BC sehingga AD = BC
DAB =>  CBE sehingga DAB = CBE
ABC =>  BEF sehingga ABC = BEF
BCD =>  EFC sehingga BCD = EFC
ADC =>  BCF sehingga ADC = BCF
Berdasarkan uraian tersebut, diperoleh
1.  sisi-sisi yang bersesuaian dari persegipanjang ABCD dan persegipanjang BEFC sama panjang, dan
2.  sudut-sudut yang bersesuaian dari persegi panjang ABCD dan persegipanjang BEFC sama besar.

     Hal tersebut menunjukkan bahwa persegipanjang ABCD dan persegipanjang BEFC memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Dua persegi panjang yang demikian dikatakan kongruen.
Berdasarkan uraian tersebut diperoleh gambaran bahwa dua bangun yang kongruen pasti sebangun, tetapi dua bangun yang sebangun belum tentu kongruen. Bangun-bangun yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama dikatakan bangun-bangun yang kongruen. Pengertian kekongruenan tersebut berlaku juga untuk setiap bangun datar.


8 komentar:

  1. Assalamu'alaykum... Uni, tetep semangat mengedit desain blog nya... makasiih materinya bagus....

    BalasHapus
  2. Ditunggu postingan selanjutnya :)
    tapi bagussan lagi kalo materinya ditambah contohnya juga, uni


    kunjungi blog ku: adhara23-mardes-nurhayati.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok, sebenarnya kalau untuk contoh, penjelasan materi di atas sudah langsung contohnya des, tapi hanya satu aja, kalau mau pengayaan lihat aj di postingan lks Kesebangunan dan Kekongruenan Bangun Datar :)

      Hapus
  3. bagus materinya ren,,, kasih contoh soalny biar lebih lengkp... :)

    BalasHapus
  4. materiY bgus ren n ckup jls,,,n mudah dphami

    BalasHapus